Mahasiswa GMNI Gelar Aksi "Pesta Rakyat" di Depan Istana Negara: Usung Lomba Unik hingga Sembilan Tuntutan
Perwakilan GMNI Jakarta Barat, Herdiansyah, menjelaskan bahwa konsep aksi dibuat berbeda dari unjuk rasa pada umumnya dengan menghadirkan berbagai perlombaan rakyat di jalanan.
"Untuk lomba pada saat aksi ada tarik tambang, balap karung, lomba lari dikejar aparat, lomba langkah tertutup," ujar Herdiansyah melalui pesan singkat, Kamis.
Kendati dibalut dengan suasana karnaval dan perlombaan, Herdiansyah menegaskan bahwa aksi ini tetap membawa substansi dan tuntutan serius terkait kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Tanah Air.
Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh sekadar dimaknai sebagai status formal kenegaraan semata, melainkan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas melalui pemerataan kesejahteraan.
Sembilan Tuntutan Utama GMNI
Dalam aksi damai yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 100 orang massa ini, GMNI membawa total sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah:
Evaluasi Anggaran MBG: Mendesak pemerintah mengevaluasi total anggaran operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memprioritaskan anggaran negara untuk pendidikan, kesehatan, dan pengembangan SDM, khususnya di wilayah 3T.
Penghentian KDMP/KKMP: Mendesak penghentian program yang berpotensi membebani anggaran negara dan menggerus fungsi bantalan krisis serta perlindungan rakyat.
Supremasi Sipil: Mendesak penarikan aparatur TNI dan Polri dari ruang-ruang sipil guna menjaga supremasi sipil serta menolak sekuritisasi pembangunan maupun penanganan aspirasi masyarakat.
Kesejahteraan Ojol dan Buruh: Memastikan pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi terkait peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek daring sebesar 8 persen dan menjamin hak buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak.
Perlindungan Pekerja: Mendesak pemenuhan jaminan kesehatan, keselamatan kerja, THR, upah layak, dan kepastian status bagi buruh, pekerja harian lepas, peserta magang, serta pekerja platform digital.
Penyelesaian Sengketa Agraria: Menghentikan kriminalisasi dan praktik tidak adil dalam sengketa agraria antara rakyat versus korporasi, serta menegakkan hukum yang berpihak pada perlindungan hak atas tanah masyarakat.
Penghentian Kriminalisasi: Menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap warga, aktivis, mahasiswa, petani, dan buruh yang menyuarakan aspirasi secara damai.
Kebebasan Demokrasi: Mendesak pembebasan tahanan politik serta memberikan jaminan penuh atas kebebasan berpendapat, berkumpul, berserikat, dan mengkritik pemerintah.
Pendidikan dan Guru: Menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas, pemulihan sarana sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru di seluruh wilayah Indonesia.
Aksi Damai dan Tuntutan Dialog
GMNI menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini bersifat damai, tertib, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari pelaksanaan hak konstitusional warga negara. Pihak massa aksi juga meminta agar ada perwakilan resmi dari Istana Negara yang bersedia menemui mereka guna membuka ruang dialog secara langsung.
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Kompas.com
Komentar
Posting Komentar