Gempa Magnitudo 5.6 Guncang Barat Daya Bayah, Banten, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5.6 mengguncang wilayah perairan selatan Jawa pada Senin sore. Berdasarkan data sistem InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa gempa ini tercatat pada pukul 16:27:39 WIB.
Parameter Resmi Gempabumi BMKG
Magnitudo: 5.6 SR
Waktu Gempa: 14 September 2026, 16:27:39 WIB
Titik Koordinat: 8.54 LS, 105.78 BT
Pusat Gempa: 185 km Barat Daya Bayah, Banten
Kedalaman: 10 km (gempa dangkal)
Wilayah: South of Java, Indonesia
Potensi Tsunami: Dinyatakan tidak berpotensi tsunami
Karakteristik dan Analisis Kejadian Episenter gempa terletak di laut pada jarak 185 kilometer arah barat daya wilayah Bayah, Banten, dengan kedalaman hiposenter mencapai 10 kilometer. Karena tergolong sebagai gempa bumi dangkal, aktivitas pergerakan lempeng ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di zona subduksi lempeng selatan Jawa. Getaran dirasakan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah pesisir sekitar Banten dan Jawa Barat, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Imbauan dan Tindakan Keselamatan Masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir diminta agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing oleh informasi atau berita hoaks yang bersumber dari pihak tidak bertanggung jawab. Warga diimbau untuk senantiasa memeriksa kondisi tempat tinggal masing-masing dan memastikan tidak ada kerusakan struktural atau keretakan pada dinding bangunan yang dapat membahayakan keselamatan sebelum beraktivitas kembali di dalam rumah. Selain itu, mengingat karakteristik gempa dangkal sering kali diikuti oleh pelepasan energi susulan, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan (aftershocks) yang mungkin terjadi. Selalu pantau informasi cuaca dan iklim serta peringatan dini kegempaan yang valid hanya melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti aplikasi mobile, situs web, atau media sosial terverifikasi.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: BMKG.go.id
Komentar
Posting Komentar