Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun, Abu Vulkanik Jauhi Indonesia


Selasa, 08 September 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terpantau menurun pada Selasa, 8 September 2026. Erupsi terakhir tercatat memiliki amplitudo maksimum 48 mm dengan durasi 19 detik yang masuk dalam kategori strombolian atau erupsi kecil.

Berdasarkan data pemantauan per pukul 09.00 WIB, sebaran abu vulkanik berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km) dan bergerak ke arah selatan-barat daya meliputi wilayah Banten bagian barat laut serta Samudra Hindia dengan kecepatan mencapai 18,5 km/jam. Kondisi cuaca di sekitar GAK dan perairan Selat Sunda terpantau cerah hingga cerah berawan.

Seiring dengan meredanya paparan abu, delapan bandara yang sebelumnya ditutup dilaporkan telah kembali beroperasi normal setelah pengujian paper test per pukul 06.00 WIB menunjukkan hasil negatif. Bandara-bandara tersebut meliputi:

  • Bandara Soekarno-Hatta

  • Bandara Halim Perdanakusuma

  • Bandara Husein Sastranegara

  • Bandara Budiarto Curug

  • Bandara Pondok Cabe

  • Bandara Taufiq Kiemas

  • Bandara Radin Inten II

  • Bandara Salakanagara Tanjung Lesung

Sementara itu, pemantauan melalui 20 alat pengukur tsunami (tsunami gauge) dan HF Radar Array di Carita serta Tanjung Lesung tidak menunjukkan adanya anomali gelombang. Probabilitas tsunami berada pada kategori rendah, dengan prakiraan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3 meter untuk sepekan ke depan.

Aktivitas vulkanik penunjang seperti gangguan geomagnetik kecil dan sambaran petir vulkanik sempat terdeteksi pada malam sebelumnya pukul 21.00–23.00 WIB, yang menunjukkan tren penurunan dibanding hari-hari sebelumnya. Guna menanggulangi dampak abu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan sejak 7 September 2026 oleh BMKG bersama BNPB, Kemenhub, dan instansi terkait menggunakan dua unit pesawat Cessna Caravan dari Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma. Operasi ini mencakup total 5 sorti penerbangan yang terdiri dari 1 sorti serbuk $\text{NaCl}$, 1 sorti cair $\text{CaCl}_2$, dan 3 sorti watermist.

Masyarakat di wilayah sebaran abu diimbau untuk tetap tenang, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menggunakan masker dan kacamata saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: Detiknews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

Kronologi Situasi Terkini Massa di Flyover Slipi dan Sekitar Gedung DPR RI Dini Hari Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)