Kabut Asap Karhutla Kembali Kepung Palembang Meski Diguyur Hujan, 6 Wilayah Sumsel Berstatus Tidak Sehat

Jum'at, 25 September 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Kendati hujan telah turun dalam beberapa hari terakhir, kabut asap pekat terpantau kembali menyelimuti wilayah Kota Palembang dan sekitarnya pada Jumat (25/9/2026). Kabut asap ini bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup per pukul 06.00 WIB, kualitas udara di Sumsel masih bervariasi. Dari 8 wilayah yang dipantau, sebanyak 6 daerah berada dalam kategori Tidak Sehat, sementara 2 daerah lainnya masuk kategori Sedang.

Rincian Kualitas Udara di Sumsel:

  • Kategori Sedang: Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim (menunjukkan perbaikan).

  • Kategori Tidak Sehat: Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Musi Rawas, PALI, dan Lahat.

Kabupaten PALI tercatat memiliki tingkat pencemaran tertinggi dengan parameter PM₂.₅ mencapai 180 $\mu g/m^3$ dan PM₁₀ 121 $\mu g/m^3$. Disusul oleh Musi Rawas (PM₂.₅ 168 $\mu g/m^3$), Kota Palembang (PM₂.₅ 160 $\mu g/m^3$ dan PM₁₀ 107 $\mu g/m^3$), Ogan Ilir (139 $\mu g/m^3$), Lahat (120 $\mu g/m^3$), serta Musi Banyuasin (108 $\mu g/m^3$). Sementara itu, parameter gas lain seperti SO₂, Karbon Monoksida, O₃, dan NO₂ secara keseluruhan masih berada dalam kategori baik.

Penyebab dan Pantauan Lapangan

Kabid Pengendalian Pencemaran DLH Provinsi Sumsel, Idrus, menjelaskan bahwa fluktuasi partikulat halus seperti PM₂.₅ dan PM₁₀ menjadi indikator utama kualitas udara. Berdasarkan Permen LHK No. P.14 Tahun 2020, ambang batas kategori Tidak Sehat berada pada rentang 101–200, sedangkan Sangat Tidak Sehat berada di atas 200.

Berdasarkan pantauan regional haze situation, kabut asap terdeteksi menyebar di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Muara Enim, hingga Musi Rawas Utara.

Imbauan dan Aktivitas Sekolah

Menyikapi kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel mengimbau masyarakat agar:

  1. Mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.

  2. Wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan pernapasan.

  3. Menghentikan segala bentuk pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi udara.

Di sisi lain, meskipun kualitas udara di beberapa titik masih fluktuatif, peningkatan kualitas udara yang sempat terjadi di Kota Palembang membuat sejumlah sekolah di kota tersebut mulai kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: TribunSumsel.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

Kronologi Situasi Terkini Massa di Flyover Slipi dan Sekitar Gedung DPR RI Dini Hari Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)