Kekeringan Ekstrem di Bali Meluas, 529 Keluarga Terdampak di 4 Kabupaten
Jumat, 04 September 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Berdasarkan pemutakhiran data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, dampak musim kemarau ekstrem yang melanda sejak 11 April hingga awal September 2026 terus meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat, warga terdampak tersebar di 15 desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung.
Sementara di Jembrana, kekeringan terjadi di Kelurahan Pendem, Desa Asahduren, Pergung, Kelurahan Bale Agung, Desa Berangbang, Yeh Embang Kauh, Tukadaya, dan Manistutu.
Di Karangasem, wilayah terdampak berada di Desa Baturinggit, Tianyar Timur, dan Tianyar. Sedangkan di Klungkung, kekeringan terjadi di Desa Pejukutan.
BPBD Bali telah menyalurkan total 809.200 liter air bersih dengan rincian:
- Jembrana: 436.200 liter
- Buleleng: 270.000 liter
- Karangasem: 65.000 liter
- Klungkung: 38.000 liter
Kondisi tersebut juga mulai berdampak pada sektor pertanian. BPBD Bali mencatat 188,55 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan di Jembrana dan Buleleng.
Rinciannya, 79,95 hektare berada di Jembrana dan 108,60 hektare di Buleleng.
Selain lahan yang sudah terdampak, sebanyak 694,06 hektare dari total 64.704 hektare sawah di Bali berpotensi mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah.
Pihak BPBD Bali saat ini meningkatkan kesiagaan penuh menghadapi puncak musim kemarau, tidak hanya berfokus pada suplai air bersih darurat tetapi juga memperketat pemantauan titik panas (hotspot) guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut meningkat.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas, BPBD Provinsi Bali
Komentar
Posting Komentar