Siswa SMA-SMK di Empat Daerah Jambi Kembali Jalankan Sekolah Daring Akibat Kabut Asap Karhutla
Aktivitas pendidikan di Provinsi Jambi kembali terganggu akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diberlakukan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB karena kualitas udara yang memburuk dan dinilai tidak sehat.
Daerah Terdampak Pembelajaran Daring (7–9 September 2026)
Kota Jambi
Kabupaten Batang Hari
Kabupaten Muaro Jambi
Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar My, menyatakan bahwa keselamatan siswa dan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini. Keputusan tersebut diambil usai berkoordinasi dengan MKKS se-Provinsi Jambi, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan, mengingat data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang fluktuatif serta potensi peningkatan kasus ISPA.
Ketentuan Pelaksanaan Sekolah
Sistem Daring (PJJ): Sekolah di empat daerah terdampak wajib menjalankan kurikulum secara efektif melalui pemberian materi dan penugasan jarak jauh selama tiga hari, yang diawasi secara berkala oleh pengawas sekolah.
Sistem Tatap Muka dengan Prokes Ketat: Tujuh daerah lainnya (Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Bungo, dan Tebo) masih melaksanakan sekolah tatap muka, namun dengan kewajiban beraktivitas di dalam ruangan, menggunakan masker, serta menyesuaikan jam belajar berdasarkan kondisi ISPU setempat.
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan berharap penanganan karhutla dapat segera tuntas agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Tvrinews.com
Komentar
Posting Komentar