Status Gunung Api Di Indonesia - September 2026


Sabtu, 26 September 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM dan pos pengamatan gunung api hingga September 2026, berikut adalah ringkasan kondisi terkini beberapa gunung api aktif di Indonesia:

1. Status Gunung Anak Krakatau (Level II - Waspada)

  • Kondisi Terbaru: Status aktivitas Gunung Anak Krakatau baru saja diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada) mulai 21 September 2026 menyusul menurunnya kegempaan dan deformasi setelah sempat mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada awal September lalu.

  • Fenomena Menarik: Erupsi sebelumnya meninggalkan endapan material piroklastik dan aliran lava yang memicu penambahan luas daratan (mencapai sekitar 32,8 hektare berdasarkan citra satelit) di sekitar tubuh gunung. Badan Geologi menegaskan bahwa kemunculan daratan baru ini merupakan akumulasi material vulkanik, bukan kemunculan gunung api baru.

2. Gunung Merapi (Jawa Tengah & DIY)

  • Kondisi Terbaru: Tetap berada di Level III (Siaga).

  • Aktivitas: Gunung Merapi terus menunjukkan erupsi efusif dengan suplai magma yang masih berlangsung. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor-sektor selatan hingga barat daya, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap rekomendasi jarak aman dari pihak berwenang.

3. Gunung Iya (Ende, Nusa Tenggara Timur)

  • Kondisi Terbaru: Berada pada Level II (Waspada).

  • Aktivitas: Pemantauan intensif terus dilakukan menyusul aktivitas vulkanik serta meluasnya titik api kebakaran di sekitar lereng hingga sisi selatan gunung. Warga dan wisatawan dilarang mendekati kawah serta area lubang gas beracun dalam radius tertentu.

4. Gunung Api Lainnya Berstatus Siaga

  • Secara umum, terdapat beberapa gunung api di Indonesia yang saat ini ditetapkan pada Level III (Siaga) (seperti Merapi dan beberapa gunung api aktif lainnya yang terpantau secara berkala oleh Badan Geologi). Secara nasional, tercatat belasan gunung api menunjukkan dinamika erupsi atau peningkatan aktivitas sepanjang tahun 2026.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: MAGMA Indonesia./CMC PKSS

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demo Mahasiswa BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengguna Jalan Diimbau Hindari Ruas Ini

Kronologi Situasi Terkini Massa di Flyover Slipi dan Sekitar Gedung DPR RI Dini Hari Ini

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)