Terbaru Erupsi Gunung Sinabung Berdampak pada Penerbangan dan Aktivitas Warga
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi signifikan pada Senin (31/8/2026), memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter di atas puncak. Akibat peningkatan aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung pukul 12.30 WIB.
Erupsi ini berdampak langsung pada sektor penerbangan dan aktivitas warga di sekitar wilayah terdampak. PT Angkasa Pura Aviasi mengonfirmasi adanya penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, pada Selasa (1/9/2026) pukul 10.50 hingga 12.45 WIB berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari BMKG. Sejumlah maskapai, termasuk penerbangan internasional seperti Singapore Airlines, mengalami pembatalan dan penundaan karena ancaman abu vulkanik terhadap mesin pesawat.
Dampak di Berastagi dan Respon Pemerintah
Abu vulkanik pekat terbawa angin dan menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Berastagi dan Desa Raya. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menyalurkan 15.000 masker ke Kabupaten Karo dan menyiagakan armada pemadam kebakaran untuk membersihkan debu vulkanik di titik-titik krusial.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meminta seluruh objek wisata di sekitar Sinabung ditutup sementara. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga disiapkan bagi siswa SMA di Kabupaten Karo jika aktivitas vulkanik terus meningkat.
Rekomendasi dan Zona Bahaya
Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan agar warga mematuhi zona larangan dengan menjauhi radius aman dari puncak. Hingga saat ini, belum ada laporan pengungsian warga.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah:
Zona Merah: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak, serta memperluas jarak hingga 6 km untuk sektor selatan-timur.
Ancaman Lahar: Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Sinabung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin.
Koordinasi Siaga: Pemerintah daerah dan BPBD diinstruksikan untuk terus berkoordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.
Komentar
Posting Komentar