Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori "Tidak Sehat", Konsentrasi PM2.5 Capai 12,9 Kali Lipat Panduan WHO
Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta pada awal Oktober ini kembali memburuk dan berada pada kategori "Tidak Sehat". Berdasarkan pemantauan data kualitas udara terkini pada pukul 13.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI US) di ibu kota tercatat berada di angka 157.
Kondisi ini didominasi oleh polutan utama partikulat halus atau
Kondisi Cuaca dan Pola Per Jam
Berdasarkan laporan pemantauan cuaca dan polusi dari 47 stasiun yang ditenagai oleh 40 kontributor, kondisi cuaca di Jakarta terpantau berawan dengan suhu udara berkisar di angka
Berdasarkan prakiraan per jam, tingkat AQI di Jakarta diprediksi masih akan bertahan di kategori tidak sehat hingga sore menjelang malam hari, dengan puncak angka tertinggi diperkirakan kembali terjadi pada dini hari hingga pagi esok hari (mencapai angka AQI 166).
Prakiraan Tren Mingguan
Sementara itu, prakiraan indeks kualitas udara untuk beberapa hari ke depan menunjukkan adanya fluktuasi:
Hari ini: AQI 151 (Tidak Sehat)
Jumat: AQI 142 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif)
Sabtu: AQI 124 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif)
Minggu: AQI 106 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif)
Senin: AQI 93 (Sedang)
Selasa: AQI 96 (Sedang)
Rabu: AQI 97 (Sedang)
Meskipun kualitas udara diprediksikan mulai membaik pada awal pekan depan (Senin hingga Rabu) dengan kategori sedang, warga tetap diimbau untuk waspada.
Imbauan bagi Masyarakat
Mengingat tingginya konsentrasi
Mengurangi aktivitas luar ruangan yang terlalu lama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Menggunakan masker pelindung (seperti masker berstandar N95 atau KF94) jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan.
Menyalakan pembersih udara (air purifier) di dalam ruangan tertutup guna menjaga kualitas udara hunian tetap bersih.
Komentar
Posting Komentar