Pasokan Listrik Belum Cukup, Pemadaman Bergilir Masih Berpotensi Terjadi di Sulteng
Sabtu, 17 Oktober 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Pemadaman listrik bergilir masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini disebabkan oleh pasokan daya kelistrikan yang ada belum sepenuhnya mampu memenuhi total kebutuhan listrik masyarakat setempat.
Untuk mengatasi defisit tersebut, PT PLN (Persero) menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 50 Megawatt (MW) di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Kehadiran PLTD ini diharapkan dapat menekan kekurangan daya sekaligus memangkas durasi pemadaman di daerah terdampak.
Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PLN Nusa Daya, Chaidar Syaifullah, menjelaskan bahwa penambahan pasokan melalui PLTD Sidera merupakan langkah cepat untuk memperkuat sistem kelistrikan yang tengah mengalami kekurangan daya.
“Dengan adanya tambahan daya sebesar 50 MW, defisit bisa ditekan sehingga wilayah yang terdampak pemadaman diharapkan berkurang,” ujar Chaidar, Sabtu (17/10/2026).
Meski demikian, Chaidar menegaskan bahwa tambahan pasokan ini tidak serta-merta langsung menghilangkan pemadaman listrik secara menyeluruh di seluruh wilayah Sulteng. Pengurangan durasi maupun frekuensi pemadaman akan sangat bergantung pada dinamika kondisi sistem dan pengaturan pasokan listrik di lapangan. Pemadaman masih dapat terjadi selama total kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Pemangkasan Durasi dan Frekuensi Pemadaman
Dengan masuknya daya tambahan sebesar 50 MW tersebut, pengatur sistem kelistrikan akan menyesuaikan kembali pola pemadaman bergilir.
Wilayah yang sebelumnya mengalami pemadaman listrik selama tiga jam berpotensi dipangkas menjadi dua jam. Begitu pula dengan frekuensi pemadaman; daerah yang semula mengalami pemadaman setiap hari berpotensi tidak lagi padam di hari-hari tertentu, menyesuaikan dengan ketersediaan pasokan.
Pemilihan PLTD sebagai solusi penanganan defisit listrik ini dilakukan karena proses pembangunan hingga pengoperasiannya relatif sangat cepat dibandingkan jenis pembangkit lainnya. Pembangunan PLTD Sidera, mulai dari pembersihan lahan hingga siap beroperasi, hanya memakan waktu sekitar 28 hari. Sementara itu, pembangunan pembangkit jenis lain umumnya membutuhkan waktu mulai dari tujuh bulan hingga tiga tahun.
Oleh karena itu, pengoperasian PLTD menjadi solusi jangka pendek yang krusial untuk membantu pemenuhan kebutuhan listrik warga sembari menunggu penyelesaian proyek pembangkit listrik lainnya.
Demikian kami informasian, terima kasih
Sumber: Kompas.com/Media Siber

Komentar
Posting Komentar