Aktivitas Vulkanis Semeru Meningkat, Warga Diimbau Jauhi Radius 5 Kilometer
Jumat, 06 November 2026 TIM CMC PKSS Memnginformasikan:
Aktivitas vulkanis Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data pemantauan kegempaan terkini, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut terekam mengalami 16 kali gempa letusan dan dua kali gempa guguran.
Seiring dengan peningkatan kegempaan ini, asap vulkanis bertekanan sedang terpantau membumbung dari kawah puncak, sebagaimana terlihat dari kawasan pemukiman warga di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Rekomendasi Zona Bahaya dan Jarak Aman
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama otoritas terkait mengeluarkan sejumlah arahan dan larangan demi keselamatan masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru:
Radius Utama Kawah: Warga, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru guna menghindari bahaya lontaran material batu pijar.
Sektor Tenggaraan (Besuk Kobokan): Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sepanjang sektor tenggara di kawasan Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 kilometer tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
Potensi Ancaman Bencana
Aparat gabungan dan petugas pos pengamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap beberapa potensi ancaman bahaya berikut:
Guguran Awan Panas & Lava: Potensi meluncurnya material awan panas guguran (APG) serta aliran lava pijar di sepanjang alur luncuran sektor tenggara.
Banjir Lahar Hujan: Potensi banjir lahar dingin maupun panas yang tinggi pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru (seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat), terutama apabila terjadi curah hujan di area puncak.
Langkah Kesiapsiagaan dan Imbauan Warga
Mematuhi Intruksi Resmi: Warga di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Candipuro dan sekitarnya, diminta untuk senantiasa mematuhi arahan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, BPBD Kabupaten Lumajang, serta pihak kepolisian setempat.
Penggunaan Masker: Warga yang berada di sekitar kawasan paparan asap dan abu vulkanis diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan pernapasan (ISPA).
Waspada Hoaks: Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dirilis oleh institusi berwenang (PVMBG/BMKG/BNPB).

Komentar
Posting Komentar