3 Bulan Usai Bencana, 8 Desa di Tapteng-Tapsel Masih Sulit Ditembus


Jumat, 27 Februari 2026 CMC PKSS Menginformasikan:

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada 25 November 2025 silam masih menyisakan persoalan.

Meski bencana telah tiga bulan berlalu, hingga kini delapan desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang masih sulit untuk dijangkau.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan di Tapanuli Utara, wilayah yang sulit diakses berada Desa Rura Julu Toruan di Kecamatan Sipaholon.

Lalu Desa Pertengahan, Desa Huta Tua, dan Desa Huta Julu Parbalik di Kecamatan Parmonangan.

Sementara di Tapanuli Tengah, wilayah dengan akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, dan Desa Sibio-bio.

Basarin menegaskan wilayah tersebut tidak sepenuhnya terisolasi. Warga masih bisa melintas menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Namun, kendaraan roda empat belum dapat masuk karena kondisi jembatan dan badan jalan belum pulih sepenuhnya.

Jembatan Rampo

Basarin juga menjelaskan pemerintah bersama TNI membangun 10 unit jembatan rampo di sejumlah titik terdampak. Delapan jembatan telah rampung, sementara dua lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Namun, banjir susulan pada 11 dan 16 Februari menyebabkan satu jembatan yang sudah berdiri mengalami pergeseran dan kerusakan.

Selain pembangunan jembatan, petugas juga melakukan pembersihan dan penggalian material longsor yang menimbun badan jalan desa. Basarin berharap proses perbaikan dapat selesai pada Maret, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.

Jembatan rampo yang dibangun menggunakan konstruksi besi dengan plat penahan di sisi kiri dan kanan, lalu bagian atasnya ditimbun tanah agar dapat dilintasi kendaraan. Material disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumut, sementara peralatan dan dukungan teknis berasal dari TNI.

Diketahui, banjir dan longsor menyebabkan sebanyak 479.047 KK atau 1.803.725 jiwa terdampak. Hingga saat ini 909 KK atau 3.506 jiwa masih menempati tenda pengungsian. Sementara itu korban meninggal dunia sebanyak 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa.


Demikian kami informasikan terimakasih.

Sumber: CNN Indonesia

Komentar

Postingan Populer