Fenomena Tanah Bergerak Waspada Tanah Longsor
Kamis, 12 Februari 2026 CMC PKSS menginformasikan:
Berdasarkan update dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) hingga Kamis, 12 Februari 2026, wilayah Indonesia saat ini berada pada risiko tinggi karena curah hujan yang mencapai puncaknya.
Fenomena tanah bergerak (landslide/gerakan tanah) terpantau aktif di beberapa titik krusial.
Gerakan tanah terjadi ketika air hujan meresap ke dalam tanah melalui retakan, menjenuhkan lapisan tanah di atas bidang gelincir (biasanya lapisan kedap air/batuan), sehingga tanah kehilangan gaya ikatnya dan meluncur ke bawah.
Berikut adalah daftar wilayah dengan potensi gerakan tanah Menengah hingga Tinggi saat ini:
1. Wilayah Jawa Barat (Zona Merah Utama)
Jawa Barat memiliki kepadatan titik rawan tertinggi karena struktur tanah lempung yang mudah jenuh air:
- Kabupaten Bogor: Wilayah Sukajaya, Nanggung, dan Babakan Madang. Terdapat laporan retakan baru di lereng-lereng curam pasca hujan lebat tadi malam.
- Sukabumi & Cianjur: Wilayah Nyalindung, Cireunghas (Sukabumi) dan Takokak, Cibeber (Cianjur). Jalur ini sangat rawan longsoran kecil yang dapat menutup akses jalan provinsi.
- Bandung Barat: Wilayah Cipongkor dan Rongga.
2. Wilayah Jawa Tengah & Jawa Timur
- Banjarnegara: Wilayah Karangkobar dan Punggelan. Banjarnegara saat ini berada dalam pengawasan ketat karena aktivitas tanah bergerak yang bersifat merayap (creeping).
- Karanganyar: Jalur wisata Tawangmangu.
- Pacitan & Trenggalek: Wilayah pegunungan di sisi selatan yang memiliki kemiringan lereng di atas 30°.
3. Wilayah Sumatra (Bukit Barisan)
Potensi tanah bergerak memanjang di sepanjang jalur patahan:
Sumatra Barat: Wilayah Agam (Malalak) dan Tanah Datar. Sering terjadi longsoran yang membawa material lumpur dan batu.
Bengkulu: Jalur penghubung Kepahiang - Bengkulu (Likuan Sembilan).
4. Wilayah Sulawesi
- Sulawesi Selatan: Wilayah Parangloe (Gowa) ke arah Malino.
- Sulawesi Barat: Jalur trans-Sulawesi di wilayah Majene.
Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai Sekarang:
- Retakan pada Dinding/Lantai: Muncul retakan mendadak yang memanjang.
- Pohon Miring: Pepohonan atau tiang listrik di lereng mulai miring ke arah lembah.
- Mata Air Keruh: Mata air di lereng bawah tiba-tiba muncul atau menjadi keruh secara mendadak.
- Suara Dentuman: Terdengar suara gemuruh atau dentuman kecil dari dalam tanah di area perbukitan.
Saran Keselamatan:
- Tutup Retakan: Jika menemukan retakan di tanah dekat rumah, segera tutup dengan tanah lempung agar air hujan tidak masuk ke dalam bidang gelincir.
- Pantau Curah Hujan: Jika hujan turun sangat lebat lebih dari 2 jam tanpa henti, warga di bawah lereng terjal disarankan mengungsi ke area yang lebih datar.
Demikian kami informaiskan, terima kasih.
Sumber: Detiknews/PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)

Komentar
Posting Komentar