Situasi Pergerakan Tanah di Indonesia Pada Februari 2026
Minggu, 22 Februari 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Situasi pergerakan tanah di Indonesia pada Februari 2026 sedang menunjukkan peningkatan aktivitas yang cukup signifikan di beberapa wilayah, terutama akibat curah hujan tinggi di puncak musim penghujan.
Berikut adalah rangkuman update titik lokasi dan dampak terkini:
1. Titik Lokasi Paling Terdampak
Beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat menjadi fokus utama penanganan saat ini:
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah: * Lokasi: Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.
Dampak: Terjadi fenomena creeping (rayapan tanah) skala besar. Hingga pertengahan Februari, tercatat 863 rumah terdampak, dengan lebih dari 400 di antaranya rusak berat.
Status: Ribuan warga mengungsi dan telah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat (Wapres Gibran Rakabuming dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi).
Kota Semarang, Jawa Tengah:
Lokasi: Kampung Sekip (Jangli), Kelurahan Tinjomoyo, dan area Tembalang.
Dampak: Retakan tanah memutus akses jalan dan merusak puluhan bangunan. Puluhan KK terpaksa merayakan awal Ramadan di tenda pengungsian.
Majalengka, Jawa Barat:
Lokasi: Desa Sukadana, Kecamatan Malausma.
Dampak: Pergerakan tanah sepanjang 339 meter dari puncak bukit mengancam sekitar 128 rumah. Sebanyak 35 KK telah direlokasi sementara.
Morowali, Sulawesi Tengah:
Lokasi: Area operasional PT IMIP, Bahodopi.
Dampak: Pergerakan tanah memicu longsor yang mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan beberapa alat berat tertimbun.
2. Penyebab Utama
Berdasarkan analisis PVMBG dan BMKG, fenomena ini dipicu oleh:
Hujan Ekstrem: Intensitas hujan yang tinggi meningkatkan kadar air dalam tanah secara drastis, membuat kondisi tanah menjadi jenuh dan labil.
Geologi Lokal: Fenomena di Tegal khususnya disebabkan oleh tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi.
Topografi: Lokasi terdampak umumnya berada pada kemiringan lereng yang curam atau zona kerentanan gerakan tanah tinggi.
3. Mitigasi & Imbauan
Pemerintah melalui Badan Geologi telah mengeluarkan Peta Prakiraan Gerakan Tanah untuk periode Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk:
Waspada Retakan: Segera laporkan jika muncul retakan baru di lantai, dinding, atau tanah di sekitar rumah.
Pantau Drainase: Pastikan saluran air tidak tersumbat agar air hujan tidak meresap secara liar ke dalam lereng.
Relokasi Mandiri: Jika hujan turun dengan durasi lebih dari 2 jam tanpa henti, warga di daerah lereng disarankan mengungsi ke titik yang lebih aman.

Komentar
Posting Komentar