Update Kondisi Banjir Semarang - Senin,16/02/2026

Senin, 16 Februari 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Kondisi banjir di Semarang pada hari ini, Senin, 16 Februari 2026, terpantau cukup serius di beberapa titik akibat hujan deras sejak dini hari dan luapan sungai.

Berikut adalah pembaruan situasi terkini:

📍 Wilayah Terdampak Utama

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak pukul 02.00 WIB menyebabkan genangan di beberapa lokasi:

  • Kecamatan Tembalang: Wilayah paling terdampak adalah Perumahan Dinar Indah (Meteseh) dan Grand Permata Tembalang. Di lokasi ini, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul sungai sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter (setinggi dada orang dewasa), meski saat ini dilaporkan sudah mulai surut ke kisaran 20–30 cm.

  • Kelurahan Rowosari: Sekitar 200 KK atau 500 jiwa terdampak luapan air.

  • Jalan Pantura (Kaligawe): Luapan Sungai Babon menyebabkan genangan di ruas Semarang-Demak (KM 7). Petugas bahkan terpaksa membongkar median jalan untuk mempercepat aliran air dan mengurangi kemacetan parah.

🚆 Gangguan Transportasi (KAI)

Banjir juga berdampak pada perjalanan kereta api, terutama imbas dari banjir di wilayah tetangga (Grobogan):

  • Jalur rel antara Stasiun Tegowanu – Stasiun Brumbung sempat tertutup air sejak pukul 04.35 WIB.

  • Beberapa KA seperti KA Gumarang, Jayabaya, dan Harina terpaksa dialihkan jalurnya (memutar). Namun, laporan terbaru menyebutkan jalur tersebut kini sudah mulai bisa dilalui kembali secara bertahap.

⚠️ Waspada Banjir Rob

Selain banjir akibat luapan sungai, BMKG memperingatkan potensi Banjir Rob di pesisir utara Semarang yang diprediksi berlangsung hingga 19 Februari 2026. Hal ini dapat menghambat aliran air dari daratan ke laut.


📢 Status Evakuasi & Bantuan

  • Evakuasi: BPBD Kota Semarang telah mengevakuasi puluhan warga, termasuk balita, ke tempat aman (Masjid Iktifal Al Barokah untuk warga Tembalang).

  • Himbauan: Masyarakat diminta waspada terhadap hujan susulan pada sore hari nanti yang diprediksi masih berpotensi lebat.

Central Monitoring Control
PT. PKSS

Komentar

Postingan Populer