Cuaca Ekstrem Terjang Situbondo, Empat Bangunan Rusak dalam Semalam


Rabu, 04 Maret 2026 CMC PKSS Menginformasikan:

Jawa Timur Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang melanda Desa Wonorejo, Situbondo, Jawa Timur, Selasa 3 Maret 2026, membuat balai pertemuan milik kelompok Tani Barokah ambruk total.

Ketua Kelompok Tani Barokah, Siswoyo, menuturkan bahwa saat kejadian dirinya berada di dalam rumah dan mendengar suara gemuruh keras dari arah persawahan. Namun, karena kondisi cuaca yang masih ekstrem dan gelap gulita, pengecekan baru bisa dilakukan pada Rabu pagi.

​"Ternyata balai pertemuan sudah ambruk total. Kami segera melaporkan hal ini ke perangkat desa untuk diteruskan ke BPBD," kata dia dalam keterangannya Rabu (4/3/2026)

​Selain balai pertemuan, kerusakan juga menimpa tiga rumah warga di Dusun Kendal dan Dusun Jelun.

​BPBD Situbondo mencatat total ada empat bangunan yang terdampak. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.

​Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama unsur TNI, Polri, Tagana, dan pihak kecamatan telah terjun ke lokasi untuk melakukan assessment (kaji cepat) dan pendataan kebutuhan pasca-bencana (Jitupasna).

​Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. 


Tiga Bibit Siklon Tropis

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi meningkatkan curah hujan, memicu angin kencang, serta menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani Rabu 3 Maret 2026 seperti dilansir dari laman BMKG, menyampaikan bahwa BMKG memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan berdasarkan analisis terkini bahwa Bibit Siklon 90S berpeluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. Adapun Bibit Siklon 93S dan 92P memiliki peluang lebih rendah, namun ketiganya tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.


Demikian kami informasikan terimakasih.

Sumber: Liputan6.com

Komentar

Postingan Populer