Aksi Hari Ini: Massa Geruduk Gedung Grahadi Surabaya, Bawa 11 Tuntutan ke Pemerintah


Jum'at, 26 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan: 

Sejumlah kelompok masyarakat sipil di Surabaya kembali turun ke jalan hari ini, Jumat (26/6/2026). Mengusung tajuk “#IndonesiaSekarat”, ribuan massa dijadwalkan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mulai pukul 14.00 WIB.

Aksi ini merupakan puncak dari rangkaian gelombang demonstrasi yang telah berlangsung di Kota Pahlawan sejak pertengahan Juni lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa aksi telah mengagendakan titik kumpul di Monumen Kapal Selam sebelum melakukan long march menuju Jalan Gubernur Suryo.

Beberapa elemen gerakan yang terlibat dalam aksi ini di antaranya Aksi Kamisan Surabaya, Kader Hijau Muhammadiyah, Hiphopgrak, serta Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA-API). Melalui media sosial, pihak penyelenggara menyerukan semangat solidaritas dengan slogan, “Marah bareng-bareng! Jaga bareng-bareng!”.

11 Tuntutan Massa Aksi

Dalam aksi kali ini, massa membawa 11 poin tuntutan yang ditujukan baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Isu utama yang diangkat meliputi evaluasi kebijakan nasional hingga penolakan terhadap proyek pembangunan lokal.

Berikut adalah daftar lengkap 11 tuntutan massa aksi “#IndonesiaSekarat”:

  1. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

  2. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

  3. Cabut UU Polri dan UU TNI.

  4. Ciptakan lapangan kerja yang layak.

  5. Bubarkan komando teritorial dan hentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.

  6. Hentikan reklamasi Surabaya Waterfront Land.

  7. Bebaskan seluruh tahanan politik dan pulihkan nama baik tahanan politik.

  8. Prioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.

  9. Ciptakan dan perbanyak transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.

  10. Bubarkan parlemen dan bangun kuasa rakyat.

  11. Akhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Konteks Aksi

Gelombang unjuk rasa di Surabaya ini disinyalir dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan nasional terkini. Isu dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), kenaikan harga barang kebutuhan pokok, hingga kontroversi pengesahan aturan pelibatan militer dalam ranah sipil menjadi pemicu utama kemarahan publik.

Senada dengan aksi yang terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta, massa di Surabaya menegaskan bahwa evaluasi mendalam terhadap program-program pemerintah pusat menjadi harga mati. Di tingkat lokal, penolakan terhadap reklamasi Surabaya Waterfront Land menjadi salah satu poin krusial yang terus disuarakan oleh para aktivis.

Hingga berita ini diturunkan, persiapan massa di titik kumpul terus dilakukan. Aparat keamanan diperkirakan akan berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di kawasan pusat kota Surabaya.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Tirto.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran