Banjir Rendam 7 Kecamatan di Luwu Utara: 12 Ribu Warga Terdampak, Ratusan Mengungsi
Rabu, 03 Juni 2026 CMC PKSS Menginformasikan:
Banjir bandang dan luapan sungai kembali merendam wilayah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 7 kecamatan tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter. Akibat musibah ini, lebih dari 12 ribu warga terdampak dan ratusan jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak beberapa hari terakhir memicu meluapnya sejumlah sungai utama, termasuk Sungai Rongkong dan Sungai Baliase, yang akhirnya jebol dan merendam pemukiman warga serta lahan pertanian.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Terkini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara melaporkan bahwa sebaran banjir meluas dengan cepat. Berikut adalah daftar kecamatan yang terdampak parah:
Kecamatan Malangke Barat (Wilayah terparah, akses jalan lumpuh)
Kecamatan Malangke
Kecamatan Baebunta
Kecamatan Baebunta Selatan
Kecamatan Sabbang
Kecamatan Tanalili
Kecamatan Mapodeceng
Catatan BPBD: "Hingga saat ini, tercatat sekitar 12.400 warga atau sekitar 3.500 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Sebanyak 450 jiwa telah dievakuasi ke posko pengungsian dan rumah kerabat yang berada di dataran tinggi."
Kerugian Materil dan Fasilitas Umum
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir kali ini juga melumpuhkan aktivitas perekonomian dan fasilitas publik.
| Jenis Kerusakan / Dampak | Estimasi Jumlah | Keterangan |
| Rumah Terendam | ~3.200 Unit | Rusak ringan hingga sedang |
| Lahan Pertanian/Sawah | Rasio Ratusan Hektar | Terancam gagal panen (puso) |
| Fasilitas Pendidikan | 8 Sekolah | Aktivitas belajar mengajar diliburkan |
| Jembatan/Akses Jalan | 4 Titik Putus | Akses logistik terhambat di Malangke Barat |
Upaya Penyelamatan dan Kebutuhan Mendesak
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, dan relawan lokal terus bersiaga di lokasi untuk mengevakuasi warga lansia, anak-anak, dan wanita hamil menggunakan perahu karet. Bupati Luwu Utara juga telah menginstruksikan pendirian dapur umum di titik-titik pengungsian utama.
Saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan bantuan logistik darurat, antara lain:
Makanan siap saji dan air bersih.
Perlengkapan bayi (susu, popok, dan pakaian).
Selimut, tikar, dan tenda darurat.
Obat-obatan serta vitamin untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir.
Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan.
Central Monitoring Control
PT.PKSS
Komentar
Posting Komentar