BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 20 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan lebat serta diterjang angin kencang pada Sabtu (20/6/2026).
BMKG menyebut, Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan masih berada pada fase 1 atau di wilayah Western Hemisphere-Africa.
Kondisi tersebut dinilai oleh BMKG memiliki pengaruh langsung terhadap Indonesia yang relatif tidak dominan.
Namun begitu, ada gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif melintasi berbagai wilayah Indonesia.
Kemudian, terdapat pola siklonik yang diprediksi terbentuk di beberapa wilayah dan dapat memicu terbentuknya pola perlambatan dan pertemuan angin.
BMKG menyampaikan, kondisi-kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitarnya.
Tidak hanya faktor regional, kondisi atmosfer yang masih cukup labil di beberapa wilayah mendukung proses pertumbuhan awan konvektif.
Dilansir dari laman BMKG, berikut ini daftar wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang Sabtu, 20 Juni 2026:
1. Hujan sedang-lebat:
- Aceh
- Sumatera Barat
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan.
2. Hujan lebat-sangat lebat:
- Sumatera Utara
- Kepulauan Bangka Belitung.
3. Angin kencang:
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur.
Imbauan BMKG
- BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan, mengingat kondisi atmosfer di Indonesia yang dinamis.
- Kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan di wilayah Indonesia yang masih berpotensi mengalami hujan serta dampak turunannya seperti genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, dan berkurangnya jarak pandang.
- BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
- Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Demikian kami informasikan, terima kasih.
Sumber: Kompas/BMKG
Komentar
Posting Komentar