Gelombang Protes Meluas: Aliansi Rakyat Memanggil Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM di Gejayan Yogyakarta
Gelombang aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan berbagai kebijakan pemerintah terus menunjukkan eskalasi. Hari ini, Sabtu (13/6/2026), giliran massa dari Aliansi Rakyat Memanggil yang turun ke jalan di Yogyakarta untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Aksi yang dipusatkan di Pertigaan Gejayan, Depok, Kabupaten Sleman ini dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Demonstrasi di Yogyakarta ini menjadi rangkaian lanjutan setelah aksi serupa pecah di berbagai kota besar, termasuk Makassar pada Kamis (11/6) serta Jakarta dan Solo pada Jumat (12/6).
Delapan Tuntutan Utama Aliansi Rakyat Memanggil
Dalam aksi di kawasan yang dikenal sebagai titik sentral gerakan mahasiswa di Yogyakarta tersebut, massa membawa delapan poin tuntutan kepada pemerintah. Fokus utama aksi ini tidak hanya terbatas pada kenaikan harga BBM, tetapi juga mencakup isu tata kelola negara dan kesejahteraan sosial.
Berikut adalah rincian delapan tuntutan tersebut:
Penghentian Program Makan Bergizi Gratis: Dinilai rawan praktik korupsi dan minim pengawasan publik.
Penolakan Koperasi Desa Merah Putih: Dianggap menyimpang dari prinsip ekonomi rakyat dan berpotensi menjadi alat kontrol politik.
Pencabutan Revisi UU TNI, Polri, Kejaksaan, dan Peradilan Militer.
Perlindungan terhadap Kebebasan Sipil: Menjamin kebebasan berekspresi, berpendapat, berkumpul, dan berserikat.
Pemulihan Ekonomi: Menuntut peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perlindungan Hak Pekerja: Memastikan hak-hak pekerja di berbagai sektor terlindungi.
Penurunan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
Penurunan Tarif Layanan Publik: Mendesak pemerintah agar tidak membebankan ketidakefektifan tata kelola negara kepada masyarakat.
Pengamanan Ketat oleh Polresta Sleman
Menyikapi rencana aksi tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman telah menyiagakan ratusan personel gabungan. Langkah ini diambil untuk memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung kondusif, mengingat Pertigaan Gejayan merupakan area dengan mobilitas tinggi dan berdekatan dengan lingkungan kampus.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Warga yang hendak melintas di kawasan Gejayan disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan selama massa melakukan orasi.
Rangkaian Protes yang Belum Reda
Aksi di Yogyakarta hari ini menegaskan masih kuatnya resistensi publik terhadap kebijakan pemerintah terkini. Demonstrasi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di berbagai daerah menunjukkan adanya keresahan mendalam di kalangan mahasiswa dan kelompok masyarakat terkait kebijakan ekonomi yang dinilai memberatkan daya beli masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi mulai memadati titik kumpul di Pertigaan Gejayan dengan membawa berbagai atribut protes. Belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah pusat menanggapi tuntutan yang disuarakan di berbagai daerah tersebut.
Demikian kami informasikan, terima kasih
Sumber: Portal Purwokerto.com
Komentar
Posting Komentar