Laporan Cuaca dan Iklim Jabodetabek

Sabtu, 13 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada hari ini, Sabtu (13/6/2026), yang akan didominasi oleh kondisi awan tebal.

Ringkasan Cuaca Jabodetabek

Secara umum, langit di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan didominasi awan tebal sepanjang siang hingga malam hari. Berikut adalah rincian prakiraan cuaca hari ini:

KotaPagiSiangMalam
Jakarta BaratBerawanBerawan TebalBerawan Tebal
Jakarta PusatBerawanBerawan TebalBerawan Tebal
Jakarta SelatanBerawan TebalBerawan TebalBerawan Tebal
Jakarta TimurBerawan TebalBerawan TebalBerawan Tebal
Jakarta UtaraBerawanBerawan TebalBerawan Tebal
Kep. SeribuHujan PetirBerawan TebalBerawan Tebal
BekasiBerawan TebalBerawan TebalBerawan Tebal
DepokBerawan TebalBerawan TebalBerawan Tebal
Kota BogorBerawan TebalBerawan TebalBerawan Tebal
TangerangBerawanBerawan TebalBerawan Tebal

Catatan: Wilayah Kepulauan Seribu diprakirakan mengalami hujan petir pada pagi hari.

Peringatan BMKG: 482 Zona Musim di Indonesia Hadapi Kemarau Kering

Di luar prakiraan cuaca harian, BMKG memberikan peringatan penting terkait kondisi iklim nasional. Sebanyak 482 Zona Musim (Zom) atau setara dengan 56,18 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau di bawah normal, yang berarti kondisi akan jauh lebih kering dari biasanya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak mencakup sentra populasi dan pertanian utama di bagian selatan khatulistiwa, termasuk hampir seluruh Pulau Jawa, sebagian Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Papua.

Poin Penting Terkait Pergerakan Musim Kemarau:

  • Perluasan Kekeringan: Hingga akhir Mei 2026, kekeringan telah teridentifikasi di 200 zona musim.

  • Lonjakan Juni: Pada bulan Juni ini, diprediksi ada 198 zona musim baru yang memasuki masa kering, mencakup DKI Jakarta bagian selatan hingga sebagian besar Pulau Kalimantan.

  • Perluasan Juli: Pada bulan Juli, dampak kemarau akan merambah ke 66 zona musim lainnya, termasuk wilayah Jambi, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Maluku Utara.

  • Anomali Lokal: Terdapat 7 zona musim (0,68 persen daratan) yang justru akan lebih basah akibat efek topografi, yakni di Bengkulu, Gorontalo, dan sebagian kecil NTT.

BMKG telah mengimbau pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan peta kerawanan zona musim ini sebagai data dasar dalam menyusun rencana kedaruratan yang spesifik di wilayah masing-masing guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih intens di tahun 2026.

Demikian kami informasikan, terima kasih

Sumber: Liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran