Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Km Arah Kali Putih, Warga Diminta Waspada

Selasa, 23 Juni 2026 TIM CMC PKSS Menginformasikan:

Gunung Merapi tercatat mengeluarkan satu kali awan panas guguran pada Selasa (23/6/2026) pagi. 

Awan panas tersebut meluncur sejauh 2.000 meter ke arah hulu Kali Putih. 

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali kejadian awan panas guguran. 

Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB dengan amplitudo maksimum 52,66 milimeter. Durasi awan panas guguran tersebut tercatat selama 180,99 detik. 

Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mengamati aktivitas guguran lava. 

Guguran lava sebanyak lima kali ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. 

Asap kawah bertekanan lemah terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 400 meter di atas puncak kawah. 

BPPTKG juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan. Tercatat satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 52 milimeter dan durasi 180,99 detik. 

Selain itu, terjadi 33 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-25 milimeter dan durasi 33,5-170,25 detik. Gempa hybrid atau fase banyak tercatat sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 3-29 milimeter, S-P 0,2-0,6 detik, serta durasi 13,61-33,85 detik. Sementara itu, gempa vulkanik dangkal tercatat satu kali dengan amplitudo 13 milimeter dan durasi 28,91 detik. 

Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. 
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. 

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. 

Adapun lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak. 

BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. 

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Warga juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas erupsi Merapi.

Demikian kami informasikan, terima kasih.

Sumber: Kompas, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitigasi Langkah Awal Jika Terjadi Kebakaran

7 Cara Inspeksi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Penjagaan Kantor Selama Libur Lebaran